Strategi yang diaplikasikan oleh
Retail konvensional adalah melalui media iklan secara gencar melalui media
massa / radio / televisi. untuk mempromosikan produknya, oleh sebab panjangnya
proses distribusi yang dilaluinya.
§ Dari Sudut Pandang Waktu
Pada bisnis e-commerce, para pelanggan bisa mengakses suatu website atau situs yang diinginkannya kapan dan dimanapun asalkan bisa terhubung dengan intenet, sehingga dari pihak pedagang, ini akan meningkatkan keuntungannya karena prinsipnya toko yang selalu terbuka jelas terlihat lebih nyaman dan memudahkan.
Pada retail konvensional, toko atau usaha yang memiliki jam kerja yang terbatas akan menyulitkan pelanggan untuk memenuhi kebutuhannya dan keuntungan dari usaha konvensional itu akan terbatas.
§ Dari Sudut Pandang Biaya dan Tenaga
Pada e-commerce, biaya lebih dapat ditekan karena dari segi penggunaan sumber daya manusia dan tenaganya yang minim sehingga perusahaan lebih bisa menekan sejumlah biaya seperti menekan biaya gaji karyawan, uang lembur, insentif, menekan biaya dan bisa menekan sumber daya yang lain seperti listrik, air, dan lain - lain. Dan bagi pelanggan, e-commerce akan memudahkan perbelanjaanya karena banyak produk dapat dicari dengan cepat, ketersedian dan informasinya yang lengkap dan mudah, sehingga menghemat waktu dan biaya yang dikelurkan pelanggan,
Pada retail konvensional, biaya yang dibutuhkan lebih banyak, karena retail konvensional membutuhkan lebih banyak tenaga manusia untuk menjaga counter, biaya pemeliharaan kebersihan toko dan perusahaan, dan lain sebagainya. Pada sisi konsumen, retail konvensional akan menghabiskan waktu dan biaya yang dimiliki pembeli, karena pembeli harus memilih dan mencari barang yang diinginkannya dengan dirinya sendiri.
§ Dari Sudut Pandang Pelayanan dan Pelanggan
Pada e-commerce, segi pelayanan pada pelanggannya bisa dikatakan lebih baik karena meskipun tidak melakukan tatap muka secara langsung dengan pelanggan, e-commerce menggunakan "private service" atau lebih menggunakan sistem tersendiri yang secara otomatis memprogram untuk pemilihan apa yang dibutuhkan pelanggan dari awal hingga akhir. sehinggapelayanan yang diberikan bisa lebih cepat, akurat dan nyaman, selain itu, perusahaan bisa mendapatkan lebih banyak pelanggan karena jangkauan e-commerce yang sangat luas dan tidak mengenal batasan wilayah.
Pada retail konvensional, pelayanan ke pelanggan dirasakan lebih membutuhkan waktu karena pelanggan harus menunggu giliran untuk diambilkan barang yang diinginkannya oleh penjual atau harus berkeliling sendiri mencari apa yang dibutuhkannya dan pelanggan harus menunggu beberapa saat untuk menyelesaikan perbelanjaannya ( mengantri, packing, pembayaran, dll ). pelanggan dari retail konvenional biasanya merupakan pelanggan yang loyal dan usahanya tidak begitu berkembang karena jaringan usahanya yang tidak luas.
§ Dari
Sudut Pandang Tempat
Pada e-commerce, tidak dibutuhkan banyak tempat dan benda lain untuk mendisplay barang - barang. Cukup dengan mendisplay foto dan keterangan singkat tentang barang dan bisa di-post ke jejaring sosial. Dan foto tersebut sudah bisa dilihat oleh banyak orang dari berbagai daerah di belahan dunia, contoh: pada website sebuah perusahaan batik, pihak perusahaan tidak perlu menghabiskan banyak tempat untuk mendisplay hasil produksi mereka dan perusahaan tidak perlu repot untuk mengurus resiko dari kain batik yang dipajang ( warna cepat pudar karena terpapar sinar matahari, terkena air hujan saat staff perusahaan sedang sibuk dengan urusan lain, dan lain lain ).
Pada retail konvensional lebih banyak menghabiskan tempat untuk mendisplay hasil produksinya, pekerjaan dalam perusahaan menjadi lebih banyak karena akan disibukkan dengan pembersihan tempat display produk, penjagaan di setiap counter produk untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan, seperti perusakan, pencurian, dan lain - lain.
§ Dari
Sudut Pandang Biaya dan Tenaga
Pada e-commerce, biaya lebih dapat ditekan karena dari segi penggunaan sumber daya manusia dan tenaganya yang minim sehingga perusahaan lebih bisa menekan sejumlah biaya seperti menekan biaya gaji karyawan, uang lembur, insentif, menekan biaya dan bisa menekan sumber daya yang lain seperti listrik, air, dan lain - lain. Dan bagi pelanggan, e-commerce akan memudahkan perbelanjaanya karena banyak produk dapat dicari dengan cepat, ketersedian dan informasinya yang lengkap dan mudah, sehingga menghemat waktu dan biaya yang dikelurkan pelanggan.
Pada retail konvensional, biaya yang dibutuhkan lebih banyak, karena retail konvensional membutuhkan lebih banyak tenaga manusia untuk menjaga counter, biaya pemeliharaan kebersihan toko dan perusahaan, dan lain sebagainya. Pada sisi konsumen, retail konvensional akan menghabiskan waktu dan biaya yang dimiliki pembeli, karena pembeli harus memilih dan mencari barang yang diinginkannya dengan dirinya sendiri.
§ Dari
Sudut Pandang Komunikasi
Pada e-commerce, komunikasi antara perusahaan dengan pelanggan akan terjalin dengan baik meskipun tanpa tatap muka, karena pelanggan dari berbagai daerah dibelahan dunia yang mengakses suatu website akan bisa menyampaikan kesan, pertanyaan, dan keluhannya.
Pada retail
konvensional komunikasi yang bisa dilakukan antara pelanggan dengan perusahaan
sangat terbatas, hanya saat melakukan transaksi saja dan komunikasi yang
dijalin pun hanya dengan orang - orang yang terbatas karena jangkuan usahanya
tidak luas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar